Liputan6.com, Makassar – Tak ada salahnya Anda mencoba menu sarapan pagi yang lain dari biasanya. Misalnya, Lawa Jantung Pisang, makanan khas Sulawesi Selatan saat Ramadan.

Sebab, Lawa Jantung Pisang ini merupakan makanan yang paling diincar. Rasanya yang sedikit masam dan gurih menjadi daya tarik dan membuat penikmatnya ketagihan. Karena itu, mumpung belum puasa, Anda patut mencoba makanan ini sebagai sarapan pagi.

“Lidah orang suku Bugis-Makassar kan senang yang masam. Itulah Lawa Jantung Pisang jadi idola ketika bulan puasa apalagi dihidangkan dengan ikan teri kering,” kata Hasnawati Daeng Kebo (45), warga Desa Jawi-Jawi, Kecamatan Bantingmurung, Kabupaten Maros, Sulsel, kepada Liputan6.com, Selasa 16 Mei 2017.

Tak cuma gurih, Lawa Jantung Pisang ini bisa sebagai lauk ketika Anda memilih makan dengan nasi. “Karena Lawa masuk dalam kategori sebagai lauk meski bahannya adalah sayur yakni jantung pisang,” ucap Daeng Kebo.

Untuk membuat Lawa Jantung Pisang ini hanya butuh waktu singkat dan bahannya pun dapat dijumpai di pasar tradisional. Bahannya utamanya tentu saja jantung pisang, ikan teri atau akrab disebut oleh masyarakat Sulsel dengan nama ikan mairo, jeruk nipis, cabai rawit, kelapa parut, garam, dan penyedap rasa.

Proses pembuatannya, pertama jantung pisang tersebut terlebih dahulu dibersihkan kemudian diiris dengan ukuran tipis. Setelah itu irisan jantung pisang dimasukkan ke dalam loyang kecil yang berisi air secukupnya lalu diberi jeruk nipis dan garam juga secukupnya.

“Kemudian irisan jantung pisang yang telah dicampur jeruk nipis dan garam tadi lalu diremas-remas menggunakan tangan hingga tampak layu dan rasanya pun menyatu. Kurang lebih dilakukan selama lima menit,” ucap Daeng kebo.

Lawa Jantung Pisang merupakan makanan yang paling diincar warga Makassar saat Ramadan ini bisa jadi menu sarapan pagi anda. (Liputan6.com/Eka Hakim).

Selanjutnya masuk dalam proses pengolahan ikan teri. Setelah dibersihkan dengan menghilangkan kepala dan tulangnya, ikan itu lalu diberi perasan jeruk nipis hingga akhirnya berubah warna menjadi putih pucat.

Setelah itu giliran cabai yang dihaluskan dengan cara ditumbuk bersama kelapa yang telah disangrai hingga sedikit halus. Terakhir seluruh bahan yang telah melalui proses tersebut dicampur menjadi satu dalam sebuah loyang kecil lalu diaduk hingga merata.

“Kemudian kembali diberi perasan air jeruk nipis, garam serta bumbu penyedap rasa seperti penyedap rasa secukupnya,” tutur dia.

Setelah itu Lawa Jantung Pisang siap dihidangkan. Tentunya, makanan ini bisa menggugah selera makan Anda di pagi hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here