Liputan6.com, Jakarta – Rusia dan Amerika Serikat (AS) menjadi dua negara dengan jumlah senjata nuklir terbanyak. Dari 15.000 lebih total hulu ledak nuklir yang ada di seluruh dunia, Rusia memiliki 7.000. Sementara AS punya 6.800 hulu ledak.

Data tersebut berdasarkan penelitian Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dipublikasikan Januari 2017. Dalam penelitian itu disebutkan pula, hanya ada sembilan negara yang aktif mengembangkan senjata nuklir. Rusia, AS, Prancis, Inggris, China, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara.

Data SIPRI menunjukkan, sebenarnya Rusia dan AS telah mengurangi jumlah senjata nuklir mereka secara bertahap. Rusia tercatat mengurangi senjata nuklirnya dari 8.000 hulu ledak (2014) menjadi 7.000 (2017). Sementara AS juga tak mau kalah dengan mengurangi hulu ledak nuklirnya dari angka 7.200 (2014) menjadi 6.800 (2017).

Itu dilakukan karena kedua negara telah menandatangani kesepakatan New START pada 2010. Kesepakatan untuk mengurangi dan membatasi pengembangan senjata peledak.

Namun, satu negara di Asia, yakni Korea Utara justru bertindak sebaliknya. Negara pimpinan Kim Jong-un itu malah menambah hulu ledak nuklir mereka dari hanya 6 (2014) menjadi 20 (2017). Walau begitu, Korea Utara masih berada di posisi paling buncit dari negara-negara dengan senjata nuklir terbanyak.

Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here