Liputan6.com, Jakarta – PDIP mengatakan, mempunyai cara untuk menghadapi berbagai fitnah, ujaran kebencian, dan berbagai hoax yang menyudutkan partainya.

Salah satunya mengubah serangan negatif tersebut menjadi energi positif untuk melakukan perbaikan, baik di dalam maupun di luar. Dengan begitu, PDIP semakin hadir di tengah rakyat.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan, hal itu agar para kader tetap tersenyum menghadapi serangan tersebut. Dia pun meminta belajar dari pengalaman yang ada.

“Seluruh simpatisan, anggota dan kader partai agar tetap tersenyum menghadapi berbagai serangan. Hal-hal yang menyentuh martabat dan kehormatan partai kita selesaikan melalui jalan hukum,” kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (13/2/2018).

Hasto lalu mengingatkan masa suram saat kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diserang. Akibatnya, PDIP tidak bisa mengikuti pemilu.

“Partai menempuh jalan hukum dan selalu menggunakan akal sehat, atas pertimbangan nurani yang bening, guna menegaskan jalan politik partai yang menjiwai ideologi bangsa, yaitu Pancasila,” ujar Hasto.

Hasto juga mencontohkan kasus yang tengah marak saat ini ialah mengenai kabar mengenai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang diserang fitnah mengenai larangan azan.

“Ibu Megawati selalu diam menghadapi berbagai serangan tersebut. Namun, diamnya Ibu Megawati sebenarnya disertai keprihatinan yang mendalam bahwa martabat kita sebagai bangsa, mengalami kemunduran,” kata Hasto.

Hasto meminta kader PDIP disiplin berbicara, berpikir positif, dan menjadikan hal ini sebagai tradisi politik demi membangun peradaban. Selain itu, jangan mengajarkan kebencian.

“Mereka yang terus mengajarkan kebencian, justru harus disadarkan. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama. Biarlah proses hukum yang berkeadilan yang akan menyelesaikannya,” Hasto menandaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here