Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono meminta perpanjangan perluasan sistem ganjil genap di Jakarta. Dia menyebut kebijakan tersebut sudah ditetapkan secara nasional oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Perluasan ganjil genap sendiri akan berakhir pada 13 Oktober 2018. Hal tersebut bersamaan dengan berakhirnya perhelatan Asian Para Games 2018.

“Bahkan tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di kota besar lainnya. Kita mengharapkan kebijakannya lanjut,” kata Bambang saat dihubungi di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Bambang menilai perluasan ganjil genap memilik dampak positif dalam pengaturan lalu lintas. Tak hanya itu, dia menyebut kebijakan tersebut dapat membiasakan masyarakat menggunakan transportasi publik.

Karena hal itu, dia mengharapkan kebiasaan masyarakat tersebut tidak terhenti dan harus kembali ke titik awal.

“Contohnya orang mulai car sharing, mulai membiasakan misalnya di tanggal genap pakai mobil, di tanggal ganjil pakai transportasi umum. Tapi kebiasaan bagus ini, jangan sampai kita kembali ke kebiasaan awal lagi,” papar dia.

Sementara itu, Bambang mengakui adanya peningkatan penjualan mobil bekas hingga 20 persen. Kendati begitu, menurut dia, tidak ada penambahan kepadatan di ruas jalan yang diterapkan sistem ganjil genap.

“Ada peningkatan penjualan mobil bekas 20 persen. Namun kepadatan di jalanan enggak nambah, kecepatan tetap nambah,” jelas Bambang.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here