Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news, insiden sayap kiri pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 633, robek di bagian ujung menambah catatan merah bagi si burung besi berlogo singa terbang itu. 

Ratusan penumpang dengan tujuh awak kabin dibuat tersentak saat pesawat menabrak tiang lampu di Bandara Fatmawati, Bengkulu, Rabu malam, 7 Oktober kemarin. Nampak dalam video beredar, sayap kiri robek di bagian ujung.

Meski tak ada korban jiwa, penerbangan sempat terlambat dari jam yang dijadwalkan. Demi keamanan, petugas menurunkan semua penumpang dan diarahkan ke ruang tunggu.

Hingga kini penyebab kecelakaan tersebut masih diinvestigasi. 

Sementara itu, cerita pilu dari para keluarga korban Lion Air PK-LQP belum berakhir. Indariyani adalah seorang ibu dan nenek dari empat keluarga yang ikut menjadi korban saat Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober lalu.

Saat mengetahui keempat jasad berhasil ditemukan Tim gabungan, Indrayani mengaku lega. Rencananya, jenazah kedua cucunya diterbangkan ke Bangka. Keduanya akan dikebumikan di satu area dengan kedua orangtuanya. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Kamis, 8 November 2018:

Musibah jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-QLP di perairan Tanjung Karawang menjadi tamparan keras bagi jajaran direksi serta manajemen Lion Air.

Belakangan terkuak sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab jatuhnya pesawat berlogo singa terbang merah dengan tujuan Pangkalpinang, pada Senin, 29 Oktober lalu tersebut.

Sebanyak 143 penumpang Pesawat Lion Air dengan tujuan Bengkulu-Jakarta telantar saat insiden sayap kiri pesawat menyenggol tiang lampu di Bandara Fatmawati, Rabu malam, 7 Oktober kemarin.

Meski tidak ada korban jiwa, terjadi keterlambatan penerbangan dari jadwal semula pukul 18.20 WIB.

Selengkapnya…

Indariyani adalah ibu dari Resti Amelia (27), ibu mertua dari Daniel Suharja Wijaya (30), serta nenek dari Radhika Widjaya (4) dan Rafezha Widjaya (21 bulan). Mereka turut menjadi penumpang pesawat Lion Air PK-LQP yang mengalami kecelakaan di perairan Tanjung Karawang.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi satu keluarga tersebut.

“Kemarin aku rasa sakitnya, di mana cucuku, anakku, waktu tidak dipanggil-panggil. Saya pernah bilang keluarlah dari dasar laut, keluarlah, kita pulang ke kampung (Bangka), pulang ke kebonlah,” ucap dia, Rabu, 7 November 2018.

Selengkapnya…

Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengindentifikasi tujuh korban Lion Air PK-LQP. Dengan demikian, total keseluruhan yang berhasil diidentifikasi menjadi 51 penumpang.

“Hingga saat ini penumpang yang telah terindentifikasi sebanyak 51 penumpang dengan rincian 40 orang laki-laki dan 11 perempuan,” kata Komandan Tim DVI Kombes Lisda Cancer, Rabu (7/11/2018).

Ada pula dua balita, yaitu Radhika Widjaya (4) dan Rafezha Widjaya (1,9) melalui pemeriksaan sampel DNA dan medis.

Selengkapnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here