Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2018 di Rusia sebentar lagi akan dimulai. Turnamen sepakbola paling besar ini akan diikuti 32 negara.

Berbagai persiapan sudah dilakukan masing-masing tim peserta. Kini mereka sudah memulai latihan di tempat penampungan di Rusia.

Di sisi lain, setiap kontestan sudah menunjuk kapten untuk memimpin tim. Sosok ini bisa jadi penentu setiap tim di Piala Dunia 2018.

Kapten bukan hanya sekedar menjadi pemimpin saat bertanding. Namun, dia juga harus bisa menjadi panutan di dalam dan di luar lapangan.

Kehebatan para kapten akan diuji selama Piala Dunia 2018 nanti. Berikut ini adalah lima kapten yang bakal jadi sorotan di turnamen empat tahunan itu.

Mantan kiper Kolombia Faryd Mondragon saat ini memegang rekor sebagai pemain tertua yang bermain di Piala Dunia setelah tampil di Brasil 2014 pada usia 43 tahun dan tiga hari. Namun sekarang, rekor tersebut tengah terancam.

Kapten dan kiper Mesir Essam El Hadary akan memulai Piala Dunia 2018 dalam usia 45 tahun dan 150 hari, dan sepertinya akan mengambil alih rekor pemain tertua dalam sejarah turnamen.

Harry Kane baru berusia 24 tahun. Namun, insting gol dan jiwa kepemimpinannya sudah cukup untuk membuat manajer Inggris Gareth Southgate menunjuknya sebagai kapten yang sebelumnya diemban oleh orang-orang seperti Wayne Rooney, John Terry, David Beckham dan Gary Lineker.

Striker Tottenham itu telah mencetak lebih dari 100 gol dalam empat musim terakhir di level klub dan akan menjadi kapten termuda di turnamen.

Neymar tidak diragukan lagi adalah salah satu bintang terbesar dunia. Pemain berusia 26 tahun itu baru-baru ini diberikan ban kapten Brasil, dan ia sekarang punya tanggung jawab besar untuk memimpin Selecao meraih Piala Dunia keenam sehingga mereka bisa menghapus kenangan buruk empat tahun lalu.

Setelah pulih dari cedera, Neymar kembali ke tim nasional dengan gemilang setelah mencetak gol brilian dalam pertandingan persahabatan melawan Kroasia belum lama ini.

Kebangkitan Islandia menjadi salah satu kisah yang paling menarik dalam sepak bola internasional selama beberapa tahun terakhir. Negara ini lolos ke Euro untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dan tersingkir perempat final sebelum dari tuan rumah Prancis.

Setelah berhasil mengamankan tiket ke Rusia, Gunnarsson akan kembali memimpin negaranya dan memikul tanggung jawab yang besar supaya mereka bisa tampil heroik seperti dua tahun lalu di Prancis.

Pada 22 Januari 2014, Radamel Falcao mengalami cedera ligamen lutut yang memaksanya melewatkan Piala Dunia pertamanya di Brasil. Kolombia mampu melaju sampai perempat final, tapi sang pencetak gol sepanjang masa mereka hanya bisa menonton dari rumah sehingga mereka disingkirkan oleh tuan rumah.

Untungnya, terkadang kehidupan memberikan kesempatan kedua. Falcao kini siap untuk menjadi kapten Los Cafeteros dan menulis cerita lain dalam buku sejarah negaranya.

Sumber: bola.net

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here