Liputan6.com, Roma – Salah satu rencana besar yang diusung Samsung dalam gelaran Samsung Forum 2018 adalah perangkat pintar yang kian terhubung. Dalam pembukaan, CEO Samsung Asia Tenggara dan Oseania, Sangchul Lee menyebut Samsung berencana untuk membuat kehidupan kian mudah dengan perangkat berbasis teknologi.

“Dengan teknologi ini Samsung ingin membuat kehidupan pengguna merasa lebih mudah dan baik,” tuturnya di Roma, Italia. Karena itu, sejumlah pembenahan terus dilakukan perusahaan asal Korea Selatan itu untuk membuat perangkatnya dapat berkomunikasi satu sama lain.

Sebagai langkah awal, perusahaan merilis aplikasi SmartThings yang memungkinkan satu kontrol untuk seluruh perangkat pintar Samsung. Perusahaan juga memperkenalkan SmartThings Cloud dan membenamkan Bixby di perangkatnya.

“Sebagai langkah awal kami merilis SmartThings App di TV pintar Samsung. Kehadiran aplikasi ini memungkinkan pengguna tak perlu beranjak dari depan TV untuk mengontrol perangkat pintar yang ada di dalam rumah,” tutur Director of Consumer Electronics, Samsung Vietnam, Simon Sim.

Sekadar informasi, SmartThings App memang menawarkan pengalaman baru untuk ekosistem Internet of Things (IoT) Samsung. Aplikasi ini membuat kontrol seluruh perangkat pintar dapat dilakukan dari satu dashboard, dalam hal ini TV pintar Samsung.

“Produk kami kini juga hadir dukungan Bixby termasuk salah satunya adalah Family Hub 3.0. Kami ingin menjadikan Family Hub 3.0 lebih dari sekadar kulkas,” tutur Director of Home Appliances Samsung Electronica Philippines Ramon Medina.

Berbekal Bixby, pengguna juga dapat berinteraksi melalui perintah suara dengan lebih baik. Sama seperti TV pintar Samsung, Family Hub 3.0 juga dapat digunakan sebagai dashboard kontrol perangkat pintar di dalam rumah melalui layar yang dimilikinya.

Dalam gelaran Samsung Forum 2018, perusahaan juga menampilkan demo mengenai seperti apa rumah pintar masa depan yang diusung Samsung. Tekno Liputan6.com yang berkesempatan hadir pun turut menyaksikan bagaimana Bixby dan SmartThings App memegang peranan penting dalam ekosistem itu.

Dibalut dalam sebuah aksi cerita sederhana, kami menyaksikan bagaimana pembicara menunjukkan kemudahan yang diusung ekosistem Internet of Things Samsung. Kami dapat menyaksikan bagaimana pengguna bisa memberikan perintah suara pada Bixby untuk mengatur keseluruhan ekosistem.

“Bixby, saya ingin menonton film,” ujar sang aktor. Seketika itu pula, suasana dalam rumah diatur menyesuaikan untuk memberikan pengalaman menonton yang optimal. Mulai dari tirai yang turun untuk menutup cahaya masuk, termasuk kipas angin yang siap menyala.

Tak hanya itu, pengguna juga dapat memutar film tersebut dari TV lain yang berada di ruangan berbeda. Sama seperti sebelumnya, pengguna cukup memberikan perintah suara untuk melakukannya.

Beranjak ke demo selanjutnya, pengunjung juga diperlihatkan mengenai bagian dari Project Ambience Samsung. Di demo ini, perusahaan memperlihatkan peningkatan yang lebih baik dari ekosistem IoT sebelumnya.

Untuk tahap ini, pengguna tak perlu lagi berbicara pada satu perangkat khusus yang ada Bixby di dalamnya, seperti TV, smartphone, atau kulkas. Namun, pengguna dapat langsung berbicara pada perabotan dalam rumah, termasuk lampu atau bangku.

“Hey bixby, tolong putar lagu kesukaanku,” tutur sang pembicara ke lampu. Lalu, secara otomatis, TV di ruangan akan menampilkan video musik dari daftar putar lagu kesukaan sang pengguna.

Tak sampai di situ, pembicara kembali berbicara ke Bixby untuk mengetahui jadwal dan cuaca hari itu. Akan tetapi, sedikit berbeda, informasi tersebut kini ditampilkan melalui cermin yang tersedia di ruangan.

VP Smart Appliances & Home IoT Samsung Electronics, Sunggy Koo juga menuturkan visi Samsung terhadap IoT adalah menawarkan kesederhanaan dalam penggunaan. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan aplikasi yang disatukan.

“Awalnya, kami memang membuat aplikasi berbeda untuk tiap perangkat, tapi kali ini kami memilih menggabungkannya dalam satu aplikasi, yakni SmartThings App,” ujarnya dalam satu sesi di Samsung Forum 2018.

Samsung sendiri bukannya tanpa alasan terus mengembangkan lini produk IoT besutannya. Menurut Koo, saat ini ekosistem IoT memang masih terus berkembang dan di masa depan diharapkan akan semakin dewasa.

“Karena itu kami menargetkan seluruh perangkat Samsung akan terhubung pada 2020,” ujarnya. Kendati demikian, Samsung menyebut platform IoT yang ditawarkannya bersifat terbuka.

Dengan cara ini, Samsung dapat menawarkan layanan dengan nilai lebih. Selain itu, perusahaan juga dapat terus meluncurkan degan beragam layanan anyar.

(Dam/Isk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here