Liputan6.com, Jakarta – Rencana Elon Musk memboyong manusia ke Mars memang sudah dipersiapkan sejak lama. Pria yang juga menjabat sebagai CEO SpaceX itu merencanakan akan membawa manusia ke Planet Mars itu pada 2024.

Terbaru, saat menjadi pembicara di ajang tahunan South by Southwest (SXSW), Musk sempat menyebut ada kemungkinan rencana terbang ke Mars dapat lebih cepat dilakukan. Ia mengungkap kemungkinan penerbangan ke Mars dapat dilakukan tahun depan.

Dikutip dari CNBC, Selasa (13/3/2018) Musk mengungkapkan informasi itu saat salah seorang pengunjung bertanya padanya. Kendati demikian, ia tak menampik rencana itu mengalami perubahan.

“Kami membuat pesawat untuk perjalanan antar planet, sebagai upaya pertama ke Mars, dan saya rasa kami dapat melakukan penerbangan pendek paruh pertama tahun depan. Meskipun terkadang rencana itu dapat saja berubah,” ujarnya.

Sekadar informasi, SpaceX memang memiliki rencana untuk membawa manusia ke Mars pada 2024. Rencana itu sudah dimulai dengan membangung fasilitas di wilayah Texas Selatan dan akan siap digunakan pada 2018.

“Kami menargetkan fasilitas ini dapat beroperasi akhir 2018, tapi masih harus meninjau perkembangan dan akan mengaktifkannya begitu sudah selesai,” tutur Senior Communications Manager SpaceX, James Gleeson.

Nantinya, fasilitas yang berlokasi di Boca Chica ini akan menjadi tempat peluncuran roket BFR dari SpaceX. BFR sendiri merupakan roket super besar yang disiapkan perusahaan untuk membawa manusia terbang ke Bulan atau Mars.

Saat ini, BFR masih dalam tahap pengembangan. Musk menyebut roket akan terdiri dari dua bagian, yakni bagian pendorong dan pengangkut. Di bagian pengangkut nanti akan berisi orang dan keperluan kargo yang dibawa ke luar angkasa. 

Untuk mendukung rencana tersebut, Musk juga menyarankan ada baiknya Badan Antariksa Amerika Serikat membangun stasiun khusus di Bulan untuk menjadi tempat transit para astronot saat pergi ke Mars.

“Kini sudah waktunya kita melampaui Bumi. Sebaiknya, Bulan itu memiliki stasiun khusus atau pangkalan agar astronot bisa pergi ke Mars lebih cepat,” ujar Musk dalam cuitannya di akun Twitter @elonmusk.

Musk menuturkan bahwa pergi ke Mars adalah sebuah hal yang krusial. Tak hanya itu, lewat cara ini akan membantu manusia menjadi spesies ‘multi-planet’.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pilihan pergi ke Mars adalah sebuah keputusan mendasar. Dan hal ini perlu dibuat manusia untuk membuat sebuah peradaban.

Musk juga sempat memiliki rencana untuk menjatuhkan nuklir di permukaan Mars. Hal itu dilakukan untuk mengubah kondisi Mars agar dapat dihuni oleh manusia.

Jadi, dia hanya ingin menjatuhkan nuklir di atas langit kutub Mars setiap beberapa detik. Lalu, hasil ledakan itu akan dua ‘matahari’ kecil berkedip di daerah kutub-kutub Mars.

Nantinya dalam beberapa kali, Musk ingin mengirimkan sebuah bom fusi besar di kutub-kutub Mars untuk menciptakan matahari yang berkedip.

“Banyak orang yang tidak menyadari bahwa matahari yang ada saat ini merupakan hasil dari sebuah ledakan fusi yang sangat besar,” ungkap Musk.

Matahari-matahari kecil itu nantinya akan menghangatkan planet dan merubah karbondioksida beku menjadi gas. Karbondioksida sendiri merupakan gas yang berpotensi menghasilkan efek rumah kaca, sehingga unsur ini dapat menyerap dan mempertahankan panas.

Semakin banyak gas yang berhasil ditangkap di atmosfer, maka akan semakin hangat permukaan Mars nantinya. Musk dikabarkan cukup optimis dengan rencana tersebut. 

(Dam/Jek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here