Liputan6.com, Jakarta – Ponsel meledak bisa berakibat sangat fatal. Jika biasanya ledakan ponsel membuat mobil terbakar atau sang pemilik mengalami luka, kali ini ledakan ponsel menewaskan seorang pria Malaysia.

Sebagaimana dikutip Channel News Asia, Rabu (20/6/2018), pria yang meninggal rupanya merupakan seorang CEO perusahaan rintisan (startup) Cradle Fund bernama Nazrin Hassan yang berusia 45 tahun. Demikian menurut pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Jumat 15 Juni 2018.

Menurut hasil laporan post-mortem, disimpulkan bahwa penyebab kematian adalah komplikasi dari luka ledakan yang disebabkan oleh ponsel meledak. Rupanya, ponsel tersebut meledak saat sedang diisi daya di sebelah Hassan.

Pesan dari keluarga Hassan pun beredar di media sosial. Dalam pesan itu, ponsel disebut-sebut mengalami overheating dan meledak.

Ledakan itulah yang menyebabkan trauma tumpul di bagian belakang kepala Hassan serta berujung pada kematian.

Tidak hanya mengenai Hassan, kasur tempat Hassan tidur pun ikut terbakar. Namun diprediksi saat kasur terbakar Hassan telah meninggal dunia. 

Nazrin Hassan seorang CEO startup Malaysia meninggal dunia karena ledakan ponsel (Sumber: Bernama)

Sebelumnya, polisi melaporkan bahwa Hassan terjebak dalam kebakaran di sebuah kamar di rumahnya di Muriara Damansara, Malaysia. Polisi mulanya menduga Hassan meninggal dunia karena menghirup asap.

Menurut polisi, Hassan juga menderita luka bakar di tubuhnya. Sekadar diketahui, petugas pemadam kebakaran mendapatkan laporan adanya kebakaran pada pukul 12.30, 14 Juni 2018.

Dua mobil pemadam dan 14 orang pemadam kebakaran dikerahkan ke rumah Hassan.

Chief Operation Officer Cradle Razif Aziz mengatakan, “Cradle kehilangan seorang jenius yang visioner dan kreatif dan dunia kehilangan sosok yang luar biasa. Kami cukup beruntung mengenal dan bekerja sama dengan Nazrin telah kehilangan sahabat dan mentor yang menginspirasi.”

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here