Kulon Progo (Antara Jogja) – Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka pangkalan siaga elpiji tiga kilogram di 30 titik pangkalan yang ditunjuk agen.

“Kami bersama PT Pertamina, Hiswana Migas, dan agen elpiji tiga kilogram untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan elpiji tiga kg mendirikan pangkalan siaga di 30 titik di seluruh kecamatan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Niken Probo Laras di Kulon Progo, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya bersama Pertamina akan selalu berkoordinasi untuk pemantauan dan pengawasan distribusi elpiji tiga kg.

Setiap libur panjang dan hari raya, elpiji tiga kilogram banyak yang mencari. Hampir seluruh kalangan menggunakan elpiji bersubsidi ini. Hal ini dikarenakan tidak ada larangan bagi rumah tangga kelas atas tidak menggunakan elpiji tiga kg.

“Peraturan menteri hanya mengatur industri besar, namun demikian kami mengimbau masyarakat mampu menggunakan elpiji 12 kg atau 5,5 kg,” imbaunya.

Selain itu, Niken mengatakan ketersediaan bahan bakar di setiap SPBU di Kulon Progo menghadapi permintaan saan arus mudik dan arus balik sangat mencukupi.

Kuota BBM biosolar untuk Kulon Progo 2017 sebesar 21.857 kiloliter, realisasi kuota sampai dengan Juni 2017 sebanyak 10.982 kl sehingga masih ada sisa 49,76 persen.

“Kuota bio solar masih cukup aman,” katanya.

Selanjutnya, BBM jenis pertamax, pertalite, pertamina DEX, dan DEX Lite disiapkan menyesuaikan kebutuhan.

“Terminal BBM Rewulu akan beroperasi melebihi jam kerja biasa, sehingga dapat melakukan distribusi BBM sampai malam. SPBU kantong siaga di SPBU Wates 4455602,” katanya.

(U.KR-STR)

Editor: Mamiek

COPYRIGHT © ANTARA 2017

TINGGALKAN KOMENTAR