Jogja Senja

PURWOSARI, KRJOGJA.com – Dua desa di Kecamatan Purwosari yang terdiri dari 17 pedukuhan, mengalami krisis air yang cukup parah. Dua desa ini tidak memiliki sumber air seperti desa-desa tetangganya, sehingga langkah darurat berupa droping air tetap dilakukan oleh pihak kecamatan.

Camat Purwosari Drs Sabarisman MSi mengatakan, Kecamatan Purwosari merupakan salah satu wilayah yang tidak terjangkau PDAM Tirta Handayani. Masyarakat yang berbatasan dengan Parangtritis Bantul ini sangat berharap agar PDAM bisa memperluas jaringan hingga Purwosari, agar krisis air tidak selalu melanda wilayah ini.

“Kami sejak Juni lalu sudah melakukan droping setiap hari 5 tangki untuk 17 pedukuhan di Desa Giripurwo dan Giricahyo,” kata Sabarisman.

Kepala Desa Giripurwo Supriyadi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, wilayah di desanya sebagian besar mengalami rawan air bersih. Hanya saja sumber air Gua Pego di Dusun Tlogowarak sampai saat ini masih berfungsi untuk melayani air di tiga pedukuhan meliputi Tlogowarak, Jlambor dan Kacangan, meskipun belum merata untuk seluruh kepala keluarga.

Sementara tiga pedukuhan lainnya yakni Gubar, Temon dan Karangnongko yang terdiri dari 48 RT, benar-benar mengalami krisis air cukup parah. Dari tiga pedukuhan tersebut terdiri dari 900 KK atau kurang lebih 3.400 jiwa. Selama ini warga di 48 RT masih dibantu dari pemerintah kecamatan, meskipun setiap KK hanya kebagian 1 pikul air atau kurang lebih 40 liter yang harus digunakan satu pekan. (Awa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here