Jogja Senja

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua event pegiat seni yang digagas Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bakal digelar di Inna Garuda 26-28 Agustus 2017. Event Bekraf Creative Labs bertajuk Indonesian Kriya Festival (Ikrafest) dan Jogja Creative Music (Jogcreasic) teraebut diikuti pegiat seni dari seluruh Indonesia serta sengaja dibuat untuk mencetak enterpreneur musik dan kriya berkualitas.

Ketua Ikrafest, Arif Suharson MSn mengungkap, dalam rangkaian tiga hari nantinya bakal diadakan acara penting seperti talkshow, master class, workshop dan pameran produk unggulan. Para pembicara mulai praktisi, akademisi, pemerintah dan komunitas seperti Timbul Raharjo, Komarudin Kudiya, Sunoto, Yulriawan Dafri hingga Amir Panzuri akan berbagi pengalaman serta membahas tantangan yang dihadapi dalam industri kreatif saat ini.

“Nantinya ada output yang dihasilkan dari talkshow yakni dibentuknya Forum Komunikasi Kriya Indonesia yang selama ini belum ada. Di sisi lain karena peserta juga merupakan unsur dari perguruan tinggi negeri seni dan pegiat seni seluruh Indonesia, maka akan diinisiasi Asosiasi Kriya Indonesia,” katanya kepada KRJOGJA.com, Senin (21/08/2017).

Sementara Ketua Jogja Creative Music, Drs Sukoco MHum menambahkan dalam agenda subsektoral musik bakal digelar simposium untuk mengurai permasalahan yang selama ini dialami pemusik Indonesia diantaranya perlindungan hak cipta, penggunaan teknologi dalam bermusik hingga membuat karya yang laku di pasaran.

“Tujuan akhirnya tetap menciptakan trend musik Indonesia agar bisa disukai dunia layaknya K-Pop dari Korea. Kita akan bahas bagaimana tantangan dan permasalahan bersama beberapa narasumber seperti Dwiki Darmawan yang merupakan musisi terkemuka, Wawan Rustiawan dari Bekraf, Adib Hidayat jurnalis majalah Rolling Stones, Oni Nirkreswinto serta Djaduk Feriyanto,” ungkapnya.

Para peserta yang bakal mengikuti kegiatan tiga hari tersebut menurut Sukoco adalah anak-anak muda terpilih yang sebelumnya diseleksi terlebih dahulu. “Harapannya memang bisa langsung diimplementasikan dalam berkarya baik di bidang kriya maupun musik,” lanjut Sukoco.

Kerjasama Bekraf dengan ISI Yogyakarta sendiri berlangsung selama empat tahun di tiga subsektor yakni musik, kriya dan pertunjukkan. Namun di tahun ini hanya ada dua agenda kegiatan yang dilaksanakan yakni musik dan kriya karena adanya pengurangan alokasi APBN dari Pemerintah Pusat. (Fxh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here