Cara Mengetahui dan Menayuh Keris: Panduan Lengkap & Mudah Dipraktikkan

Keris merupakan senjata tradisional warisan leluhur masyarakat Jawa yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan spiritual tinggi. Dalam sejarah kerajaan Jawa, keris menjadi simbol legalitas, kebesaran, dan keagungan seorang pemimpin.

jamasan-keris

Bagi sebagian masyarakat, keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga piyandel (keyakinan) dan sipat kandel (penambah keteguhan batin). Namun perlu dipahami, keris bukanlah jimat, melainkan simbol doa, harapan, dan tuntunan hidup.

1. Cara Mengetahui Baik Tidaknya Sebilah Keris

Metode ini menggunakan benang atau alat ukur sederhana.

Langkah-langkah:

  1. Ukur panjang keris dari pangkal hingga ujung.
  2. Bagi dua hasil panjang tersebut.
  3. Ukur lebar bilah keris pada bagian tengah.
  4. Bagi setengah panjang tadi dengan lebar bilah.
  5. Kurangi hasilnya dengan angka 8.
  6. Sisa angka menunjukkan makna keris.

Contoh Perhitungan:

  • Panjang keris = 36 cm
  • 36 ÷ 2 = 18 cm
  • Lebar bilah = 2 cm
  • 18 ÷ 2 = 9
  • 9 − 8 = 1

Hasil akhir: 1

Arti Sisa Hitungan:

NoIstilah JawaArti Indonesia
1Sari Ratna KumalaKaya raya
2Jati TikirBanyak teman dan keluarga
3Bima Rajek WesiMendapat kekuatan besar
4Kuda MicaraSuka mencari masalah
5Satriya LedhangSuka bepergian
6Rajuna Rangsang PatiPemarah
7Sri Nata JuriteSuka bertengkar
8Makan TuanMelukai pemilik

2. Hitungan Kecocokan Keris dengan Pemilik

NoIstilah JawaCocok Untuk
1Sari Ratna KumalaPejabat atau pemegang kekuasaan
2Wara Candra RentaPedagang, petani, pengusaha
3Jati KumboOrang yang ingin berkuasa
4Ranggan JanurOrang yang gemar berkelahi
5Arjuna SuropatiPemimpin
6Binem SiwerRingan tangan tapi sering kena musibah
7Bogiro NadiyenTokoh masyarakat atau pemuka agama
8Sadewo TinanduTidak cocok untuk berumah tangga

3. Cara Menayuh Keris Menggunakan Ibu Jari

Langkah-langkah:

  1. Pegang keris di bagian pangkal (ganja).
  2. Ukur dari pangkal hingga ujung menggunakan ibu jari.
  3. Hitung totalnya.
  4. Kurangi angka tersebut dengan 5 terus-menerus sampai tersisa angka 1–5.

Contoh:

  • Hasil ukur = 19 ibu jari
  • 19 − 5 = 14
  • 14 − 5 = 9
  • 9 − 5 = 4

Sisa = 4

Arti Sisa Hitungan:

SisaMakna
1 – SitiPenyayang, welas asih
2 – SengkaliDermawan, tetapi berbahaya jika marah
3 – Arjuna Mangan AtiPemarah, keras hati
4 – Rondho Tunggu DonyoBisa kaya dan tercukupi
5 – Dhandang Tunggu NyowoSengsara, sering celaka

4. Ilmu Tayuh Keris (Metode Bagi 7)

Langkah:

  1. Ukur panjang keris menggunakan ibu jari.
  2. Bagi hasilnya dengan 7.
  3. Lihat sisa pembagian.

Contoh:

22 ibu jari ÷ 7 = 3 sisa 1

Arti Sisa:

SisaMakna
1 – SatryaBaik untuk ksatria
2 – Ratna Candra MasuryaBaik untuk pedagang
3 – Wanara Cinara-caraUntuk pengiring
4 – KalamrthyuBaik tetapi bisa membahayakan
5 – Arjuna PasupatiCocok untuk prajurit
6 – Kepaten TuanBuruk untuk siapa pun
0 – DharmawangsaBaik untuk pandita

5. Mengukur Keris dengan Empat Jari

Gunakan empat jari (telunjuk, tengah, manis, kelingking) secara bergantian dari pangkal hingga ujung keris.

Arti Sisa:

SisaMakna
1Membawa kesejahteraan
2Banyak sahabat
3Berbahaya jika dipakai
4Menghapus dosa

Kesimpulan

Cara mengetahui baik tidaknya keris dapat dilakukan melalui beberapa metode tradisional seperti hitungan panjang dan lebar, hitungan kecocokan, pengukuran ibu jari, pembagian tujuh, serta metode empat jari.

Namun yang terpenting, keris adalah warisan budaya luhur yang harus dihormati dan dilestarikan. Keris bukan jimat, melainkan simbol doa dan pengingat agar pemiliknya selalu menjalani hidup dengan niat baik dan laku utama.

Sumber : Ki Hudoyo Doyodipuro

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookies. Cookie Policy