Berbicara tentang sistem weton jawa, itu salah satunya adalah berdasarkan ngelmu kasunyatan, yang artinya ilmu yang berdasarkan fakta, baik empiris (fenomena) atau non empiris (noumena). Ada juga yang menyebutnya dengan ngelmu titen, atau bahasa modernnya ilmu statistika, dimana sejak jaman dahulu kala, berabad-abad yang lalu, nenek moyang orang jawa sudah mengumpulkan dan mengolah fakta-fakta dari fenomena dan noumena yang terjadi di alam semesta ini, sehingga menghasilkan sebuah data statistik yang kemudian diwariskan secara turun-temurun ke anak cucunya. Dari ngelmu kasunyatan, titen itulah sistem weton lahir. Dimana secara data statistik masing-masing weton memiliki karakteristiknya.

Watak berdasarkan weton hari lahir

tabel pasaran jawa

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki weton sabtu kliwon, maka cara menghitung nilai atau jumlah perhitungan wetonnya dengan cara menjumlahkan nilai hari dengan nilai pasarannya. Jadi sabtu kliwon cara menghitungnya adalah nilai sabtu + nilai kliwon = 9 + 8 = 17. Maka neptu weton seseorang yang lahir pada sabtu kliwon berjumlah 17.

Nantinya dari penjumlahan tersebut kita bisa mengetahui seperti apa watak orang yang lahir dengan neptu Sabtu Kliwon dan bagaimana peruntungannya. Sebagai contoh adalah watak orang yang lahir dengan neptu Sabtu Kliwon. 

Kecenderungan mereka memiliki watak sebagai berikut :

  • Ramah, sopan dan mudah membuat orang lain terkesan sehingga mereka mudah disenangi teman – temannya.
  • Memiliki keahlian dalam merangkai kata indah. Mereka sangat puitis dan suka berkata – kata bijak.
  • Orang yang lahir di hari sabtu kliwon berbakat juga dalam menulis. Oleh sebab itu mereka sangat cocok menjadi penyair atau penulis.
  • Mereka adalah orang yang ulet namun sulit jika sudah dihadapkan pada kondisi harus membuat keputusan.
  • Bersikap tegas dan disiplin, akan tetapi mereka gampang berubah pikiran atau dengan kata lain tidak memiliki pendirian tetap.

Selain Sabtu Kliwon, weton hari dan pasaran lain adalah sebagai berikut:

Rabu pahing

Neptu orang yang lahir di hari rabu pahing adalah 16. Mereka yang lahir di hari rabu pahing merupakan orang yang beruntung karena berada di bawah naungan tunggak semi. Tunggak semi artinya akan selalu mendapatkan rezeki.

Mereka juga berada di bawah naungan ilmu latipan yang artinya pandai dalam hal ilmu apa saja. Mereka cenderung ulet dan pantang menyerah. Hanya saja terkadang beberapa orang yang lahir pada hari rabu pahing jika sudah malas, malasnya keterlaluan sampai tidak bisa memulai apapun.

Sebenarnya orang yang lahir di pasaran hari rabu pahing pandai dalam ilmu apa saja. Orangnya juga baik dan selalu ikhlas dalam melakukan apapun. Oleh sebab itu kebanyakan dari mereka pandai bergaul walau sebenarnya karakter orang yang lahir rabu pahing cenderung diam.

Kamis kliwon

Orang yang lahir di hari pasaran kamis kliwon memiliki jumlah neptu 16 dan berada di bawah naungan waseso segara yang artinya punya banyak rejeki dan berbudi pekerti luhur. Mereka juga berada di bawah naungan ilmu latipan yang artinya adalah orang yang pandai.

Ahad wage

Neptu orang yang lahir di hari ahad wage memiliki jumlah neptu 9. Mereka berada di bawah naungan waseso segara dan ginuron keringan yang biasanya dihormati, disegani dan merupakan sosok pengayom yang sangat baik.

Neptu mereka juga berada di bawah naungan dadi kayu yang berarti mereka mudah mendapatkan cinta dari orang di sekitarnya, berkedudukan tinggi, serta dilimpahi keberuntungan terus menerus selama hidupnya.

Jumat kliwon

Neptu orang yang lahir pada hari jumat kliwon adalah 14. Dia berada dibawah naungan tunggak semi yang artinya akan selalu mendapatkan rezeki. Rezeki yang didapatkan akan selalu ada. Ia juga berada dibawah naungan nohan rembulan yang artinya hidupnya akan selalu diselimuti kebahagiaan dan keberhasilan.

Kamis legi

Kamis legi memiliki neptu sebesar 13 dan berada di bawah naungan tunggak semi dan kuat kemenangan. Selain akan selalu mendapatkan penghidupan yang selalu ada, mereka juga akan mendapatkan keberuntungan dan kemenangan dalam hidup.

Selasa pon

Neptu orang yang lahir selasa pon adalah 10. Mereka berada di bawah naungan tunggak semi dan dangu watu yang memiliki arti hidupnya akan selalu diselimuti oleh kebahagiaan dan rezeki sampai lanjut usia. 

Rabu pon

Orang yang lahir pada hari rabu pon memiliki neptu 14 dan berada di bawah naungan satrio wibowo yang memiliki arti selalu mendapatkan anugerah kenikmatan dan kebahagiaan yang tak terhingga. Ia juga berada di bawah naungan nohan rembulan sekaligus.

Selasa paing

Neptu orang yang lahir pada hari selasa pahing sebesar 12. Neptu mereka adalah neptu waseso segara sekaligus dinaungi gigis bumi. Gigis bumi sendiri artinya memiliki pengaruh besar dan ia akan selalu disegani orang – orang di sekitar atau di lingkungannya.

Rabu legi

Memiliki neptu sebanyak 12 dan berada di bawah naungan wasesa segara dan gigis bumi. 

Senin wage

Orang yang lahir di hari senin wage memiliki neptu sebanyak 8. Mereka berada di bawah naungan tunggak semi dan ilmu latipan. 

Senin legi

Neptu orang yang lahir di hari senin legi sebanyak 9 dan ia berada di bawah naungan Ginuron keringan yang merupakan sosok pengayom. Ia juga berada di bawah naungan dadi kayu yang artinya akan selalu dicintai orang lain dalam hidupnya.

Selasa wage

Neptu orang yang lahir pada hari selasa wage berjumlah 7. Mereka yang lahir pada hari selasa wage berada di bawah naungan satria wibawa yang artinya akan selalu mendapatkan kenikmatan, anugerah dan kebahagiaan selama hidupnya. Ia juga berada di bawah naungan tulus banyu.

Boleh percaya boleh tidak, namun banyak orang yang merasa setelah tahu hal ini menganggap bahwa perhitungan weton Jawa memiliki tingkat atau nilai akurasi yang tinggi.

Cara menghitung weton dengan neptu Jawa: bulan dan tahun Jawa

Untuk cara menghitung weton dengan neptu Jawa yang didasarkan pada bulan dan tahun Jawa biasanya digunakan untuk memperkirakan musim tanam, musim hujan, musim kemarau, hama penyakit tanaman, jumlah panen, tangkapan ikan dan sebagainya.

Cara perhitungan weton didasarkan pada bulan dan tahun Jawa sebagai berikut:

  • Bulan suro = 7
  • Bulan sapar = 2
  • Bulan mulud = 3
  • Bulan bakda mulud = 5
  • Bulan jumadil awal = 6
  • Bulan jumadil akhir = 1
  • Bulan rejeb = 2
  • Bulan ruwah = 4 
  • Bulan poso = 5
  • Bulan sawal = 7
  • Bulan dulkangidah = 1
  • Bulan dulkahijah (besar) = 3

Sementara nilai untuk perhitungan tahun Jawa sebagai berikut:

  • Alip = 1
  • Ehe = 5
  • Jimawal = 3
  • Je = 7
  • Dal = 4
  • Be = 2
  • Wawu = 6
  • Jimakhir = 3

Nama bulan pada kalender Jawa tidak jauh berbeda dengan nama bulan pada kalender Islam. Sementara nama – nama tahun pada kalender Jawa terdiri atas 8 jenis. Kalender Jawa dalam hal ini mengenal pergantian tahun setiap satu windu sekali atau 8 tahun sekali.

Dengan demikian dalam tahun kalender Jawa, setiap 8 tahun sekali nama tahun pada kalender Jawa akan berubah sesuai dengan urutannya mulai dari Alip sampai dengan Jimakhir.  Sebagai contoh kali ini adalah menghitung weton dengan neptu bulan dan tahun Jawa pada seseorang yang lahir di bulan Ruwah dan tahun Wawu. Maka Anda tinggal jumlahkan saja nilai bulan Ruwah = 4, dan nilai tahun Wawu = 6. Hasilnya 10.

Fungsi perhitungan weton Jawa

Setelah sebelumnya kita tahu tentang rumus dan kunci hitung weton Jawa, sekarang kita akan membahas fungsi perhitungan weton Jawa itu sendiri. Fungsinya sebagai berikut :

  • Weton jawa dijadikan alat hitung kecocokan pasangan. Caranya dengan menghitung weton masing – masing pasangan kemudian menjumlahkannya. Jika didapatkan nilai yang baik dari hasil penjumlahan weton tersebut maka pasangan memiliki kecocokan yang baik juga dan diizinkan menikah. Sementara jika nilainya kurang cocok, maka harus dicari jalan keluarnya agar tidak mengalami musibah atau malapetaka.
  • Mengetahui watak dan perilaku seseorang. Biasanya setiap weton dipercaya memiliki sifat tertentu yang berbeda dengan weton lain sehingga masing – masing orang memiliki kecenderungan dan sikap yang berbeda berdasarkan weton kelahiran mereka.
  • Mengagendakan suatu rencana kegiatan agar hasilnya optimal dan tidak ada kesialan. Masyarakat Jawa sangat percaya bahwa menggunakan hari baik dalam kalender Jawa dapat membuat agenda kegiatan berjalan lancar.
  • Menghitung weton dapat mewujudkan kesuksesan yaitu weton digunakan untuk mengetahui dimana posisi pekerjaan yang cocok dan keahlian apa yang dimiliki kemudian nantinya orang tersebut akan diarahkan untuk bekerja di posisi dan keahlian yang sesuai wetonnya.

Ramalan atau weton Jawa yang dipercaya memiliki akurasi yang sangat tinggi dapat memberikan beberapa manfaat ketika dipercayai selama tidak terlalu berlebihan. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan percaya ramalan atau weton Jawa sebagai berikut:

Belajar dari pengalaman para leluhur

Garis nasib yang dilihat dari perhitungan weton sebenarnya merupakan buah hasil dari catatan pengalaman leluhur yang sudah mereka rangkum menjadi suatu sistem weton yang sampai saat ini menjadi patokan dalam beragenda atau berkegiatan.

Setelah mengetahui perhitungan sesuai weton, tindakan dan agenda yang dijalani harus diperhatikan betul – betul untuk menghindari terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan seperti kesialan, naas, celaka atau semacamnya.

Lebih mantap dalam menjalankan sesuatu

Percaya terhadap weton Jawa sebagai hasil perhitungan baik atau perhitungan buruk dapat memberikan efek kemantapan sebelum memulai suatu hal, memulai suatu usaha, menikah, memilih hari untuk membuka bisnis dan sebagainya.

Karena sudah punya perhitungan baik dan buruk tersebut, dalam melangkah Anda akan berhati – hati sehingga potensi kegagalan akan dapat diminimalisir karena Anda sudah mantap menjalankan segala sesuatunya.

Usaha dalam mengukur suatu peruntungan

Menurut masyarakat Jawa, percaya terhadap perhitungan weton dan kemudian menggunakannya sebagai perhitungan untuk mencari hari – hari yang baik merupakan suatu usaha untuk mengukur peruntungan yang bisa didapatkan pada masa yang akan datang.

Oleh sebab itu hampir setiap masyarakat Jawa yang masih menjunjung tinggi budaya dan tradisi Jawa akan selalu menggunakan perhitungan weton Jawa sebagai patokan untuk melakukan segala hal. Jika mendapat hari baik mereka akan lakukan dan sebisa mungkin menghindari hari yang tidak baik.

Menjadi bagian dari harmoni

Sebagaimana yang selama ini kita tahu bahwa kesesuaian sebuah hubungan merupakan bagian dari harmoni. Artinya ada sebuah kepastian yang dapat diperhitungkan atau dapat diukur. Pada prakteknya, weton sebagai perhitungan dianggap masyarakat Jawa sebagai budaya yang ketetapannya harus dilakukan.

Sampai saat ini pun masih banyak masyarakat Jawa yang menggunakan patokan weton sebagai pengukur kecocokan antar pasangan, sebagai penetapan hari akan diberlakukannya suatu agenda kegiatan atau acara tertentu dan menjadi salah satu cara menghindari kesialan atau ketidakharmonisan.

Masyarakat Jawa juga masih sangat percaya bahwa kondisi tidak harmonis dalam sebuah hubungan dapat diminimalisir jika mereka memulai suatu hubungan sesuai dengan adat istiadat turun temurun dan disesuaikan dengan perhitungan weton yang tepat. Walaupun memang segala hal yang berkaitan dengan hidup manusia tetap merupakan garis tangan dan takdir Tuhan.

Meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi

Dengan menghitung weton sebelum menjalankan sesuatu atau memutuskan melakukan sesuatu, dipercaya dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Karena itu masyarakat Jawa bahkan dalam membeli sesuatu pun percaya harus sesuai dengan weton termasuk untuk menyelenggarakan suatu acara agar hal buruk tidak terjadi dan tidak merusak acara yang dilangsungkan.

Baca juga: Rumus dan Kunci Hitung Weton Jawa - Melihat Jodoh, Peluang dan Nasib

Itulah sekilas informasi untuk Anda tentang rumus dan kunci hitung weton Jawa untuk melihat jodoh, peluang dan nasib secara akurat. Semoga informasi di atas menambah wawasan kita semua.

Wallahu 'alam.