Perhitungan weton Jawa merupakan bagian dari budaya Jawa yang biasanya dijadikan sarana untuk menghitung jodoh, peluang usaha, nasib, tanggal menyelenggarakan suatu acara, serta menghindari beberapa tanggal yang dianggap membawa hal buruk bagi seseorang ketika akan melakukan suatu hal.

Sebagian orang saat ini banyak yang beranggapan bahwa hitung weton Jawa merupakan hal kuno yang masih dipercaya, sehingga penganut paham modern tidak mempercayainya. Akan tetapi sebagian orang lainnya masih sangat percaya dengan perhitungan weton Jawa karena menganggap banyak hal – hal yang disadari atau tidak kejadian seperti apa yang diramalkan.

Mengenai seperti apa rumus dan kunci perhitungan weton Jawa baik untuk melihat jodoh, peluang dan nasib akan kita bahas dalam ulasan di bawah ini!

Rumus dan Kunci Hitung Weton Jawa
Cara menghitung weton dengan neptu Jawa: hari dan pasaran

Sebenarnya weton mencakup hari dalam perhitungan Jawa. Hari dalam perhitungan Jawa itu sendiri berbeda dengan hari perhitungan kalender umum. Dalam perhitungan kalender umum, sebagaimana yang kita semua tahu bahwa dalam satu minggu terdapat 7 hari. Sementara dalam kalender Jawa dalam satu minggu terdiri atas 5 hari yaitu pon, wage, kliwon, legi, pahing yang biasa kita sebut sebagai pasaran.

Neptu berdasar arah mata angin
SuryaKKS channel

Penjelasan dari gambar di atas, asaran pon menempati sisi barat, wage menempati sisi utara, kliwon menempati sisi tengah, legi menempati sisi timur, dan pahing menempati sisi selatan. Masing – masing pasaran tersebut memiliki nilai yang nantinya dalam perhitungan weton untuk menghitung watak seseorang dan keberuntungan seseorang 7 hari (Minggu sampai Sabtu) akan digabungkan dengan hari pasaran (wage sampai Pon) dan akan memiliki nilai dan jumlah yang berbeda – beda.

Berikut adalah tabel perhitungan hari dan pasaran jawa.

tabel hari dan pasaran jawa

Untuk nilai hari dalam hitungan Jawa sebagai berikut: 

  • Minggu = 5
  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9

Sementara perhitungan pasaran dalam weton Jawa nilainya sebagai berikut: 

  • Wage = 4
  • Kliwon = 8
  • Legi = 5
  • Pahing = 9
  • Pon = 7

Pada ulasan di atas kita bisa melihat bahwa masing – masing hari dan pasaran memiliki nilai yang berbeda. Dalam hal ini, penghitungan weton dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai dari hari dan pasaran yang dimiliki orang di weton kelahirannya.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki weton Sabtu Kliwon, maka cara menghitung nilai atau jumlah perhitungan wetonnya dengan cara menjumlahkan nilai hari dengan nilai pasarannya. Jadi sabtu kliwon cara menghitungnya adalah nilai sabtu + nilai kliwon = 9 + 8 = 17. Maka neptu weton seseorang yang lahir pada sabtu kliwon berjumlah 17.

Sri, Rejeki, Gedhong, Loro, Pati

Di dalam ilmu Jawa, terdapat lima buah karakter yang menjadi acuan nasib seseorang maupun peristiwa. Secara urut yaitu, Sri, Rejeki, Gedhong, Loro, Pati.  Setelah di atas kita tahu bahwa neptu hari Sabtu Kliwon berjumlah 17, lantas bagaimanakah sifat atau karakter dari Sabtu Kliwon itu sendiri?

Cara untuk mengetahuinya mudah. Cukup berhitung secara urut Sri (1), Rejeki (2), Gedhong (3), Loro (4), Pati (5) ... diulang sampai hitungan ke 17. Maka hitungannya akan jatuh pada karakter Rejeki (17).

Penafsiran karakter

Sri

Orang yang neptunya jatuh pada karakter Sri, artinya dia alah orang yang dikasihi, diwelasi, mendapat banyak simpatik, menarik dalam pergaulan, banyak relasi. Kaitannya dengan rejeki, sumber penghasilan atau ekonomi, orang dengan karakter Sri akan meraih kesuksesan. Rejeki yang datang berasal dari karena banyaknya relasi yang dia miliki.

Kunci kesuksesan orang dengan karakter Sri ada dua. Pertama relasi, kedua tanggung jawab. Ini hubungannya sebagai pribadi yang bisa bertanggung jawab. Modal uang, keahlian bukan yang pertama. Bukan modal uang yang menentukan kesuksesannya, melainkan membangun relasi yang sebanyak-banyaknya dan bertanggung jawab.

Rejeki

Orang yang neptunya jatuh pada karakter Rejeki ini bisa dibilang orang yang beruntung, hoki. Ekstrimnya untuk orang yg tidak bisa dipercaya sekalipun rejeki akan selalu ada. Intinya orang dengan karakter Rejeki, rejeki itu akan selalu mengalir entah itu besar ataupun kecil. Berbeda orang dengan karakter Sri, jika tidak punya relasi dan bisa dipercaya, rejekinya bisa mampet.

Gedhong

Orang yang neptunya jatuh pada karakter Gedhong dalam istilah Jaawa disebut kuat nyunggi derajat , kasinungan sugih. Kuat nyunggi derajat artinya dia akan mampu membawa amanah yang diberikan. Mereka tidak akan lupa diri ketika mendapatkan jabatan tinggi, sanggup bila diberi tanggung jawab yang besar, tidak akan menjadi penghianat, pengacau. Kasinungan sugih, begitu juga soal rejeki atau ekonomi, bisa dibilang mereka memiliki bakat untuk kaya, sudah bawaan lahir memang demikian. 

Lantas bila ada pertanyaan, saya ini jatuh karakter Gedhong, tapi kok melarat ya. Itu bukan berati penafsirannya yang keliru, tapi pasti ada sesuatu yang perlu dikoreksi dalam diri sendiri.

Ada banyak faktor untuk seseorang bisa meraih kesuksesan. Sedangkan kalender weton hanya untuk membaca karakter bawaan atau potensi diri. Dan potensi tsb bisa saja hancur karena ulah sendiri. Jadi paling tidak, kalau kita mengenali potensi pada diri sendiri kita bisa mengembangkan, memaksimalkannya agar potensi tsb bermanfaat secara maksimal.

Loro

Orang yang neptunya jatuh pada karakter Loro (sakit) dalam perjalanan hidupnya akan pernah mengalami yang namanya disakiti hatinya oleh orang lain, atau istilahnya keloro-loro atine. Bahkan dalam bentuk yang lebih ekstrim, bukan hanya hati dan batinnya saja yang disakiti, tapi juga fisiknya .

Wah berarti celaka banget orang yang jatuh karakter Loro. Kayaknya hukum alam kok tidak adil ya. Tunggu dulu, ada tapinya. Bahwasanya itu semua hanya menjadi laku perihatin atau tirakat yang harus ditempuh untuk menaikkan derajat atau level kepantasan diri untuk menerima anugrah yang besar. Cobaan-cobaan yang datang hanyalah merupakan suatu tebusan yang harus dijalani.

Maka kalau kita cermati, orang-orang dengan karakter Loro, begitu meraih kesuksesan atau peningkatan hidup itu seperti meloncat. Begitu alam semesta sudah menilai mereka layak dan pantas untuk mendapatkan anugerah, maka akan tiba waktunya untuk meloncat kesuksesan tsb. Bahkan kesuksesannya bisa melampaui orang-orang yang neptunya jatuh karakter Gedhong, Rejeki, atau Sri.

Pati

Orang yang neptunya jatuh pada karakter Pati, orang tsb akan pernah mengalami perjalanan hidup yang betul-betul pahit. Orang jawa mengistilahkannya kepati-pati, perjuangan hidupnya mati-matian. Jika orang tsb dapat melewatinya , begitu mendapatkan anugerah, kesuksesan maka tidak akan tanggung-tanggung, bisa berlipat-lipat.

Dalam beberapa kasus orang yang jatuh karakter Pati, saat melawati rintangan perjalanan hidup yang berat sekali, bila tidak di-support, ditopang dengan pemahaman spiritual yang tepat, tidak jarang yang tidak hanya nasibnya saja yang kepati-pati, namun secara fisik memang menemui kematian diusia yang tergolong dini. Lantas apa solusinya. Salah satunya adalah back to local wisdom. Semisal membuat bancaan weton kelahiran. Bila masih ada ibu, mintalah untuk membuat bancaan weton.

Perhitungan jodoh

Untuk perhitungan jodoh menurut adat Jawa caranya mudah. Cukup menambahkan hasil perhitungan neptu kedua calon pasangan. Contoh seperti pada gambar berikut:

perhitungan jodoh menurut adat jawa

Bagi pasangan yang sudah menikah, bila neptunya jatuh pada karakter Loro, atau Pati maka tidak perlu takut dan khawatir. Tetap jalani dengan penuh optimisme, berusaha, berdoa, dan sabar. Setelah melewati kesulitan yang ekstra, penuh resiko, bila semua itu telah ditebus, usai, akan ada saatnya kalian berdua akan mengunduh anugerah, berkah yang besar. Sedangkan bagi pasangan yang belum menikah, ada baiknya tidak nekat menerabasnya. Pikirkanlah baik-baik, matang-matang demi kebaikanmu dan pasanganmu. Mintalah restu dan petunjuk dari kedua belah pihak keluarga.

Secara umum, bagi pasangan yang akan menikah, menurut adat jawa harus dicarikan hari yang pas, menghindari hari yang neptunya jatuh pada karakter Loro atau Pati. Mencarikan jam yang baik untuk akad. Semisal jam 07:11 atau 11:07, karena angka 11 (sewelas) sendiri memiliki arti kawelasan, asih, kasih sayang, dan angka 07 (pitu) berarti pitulungan, pertolongan. Sehingga kedepan diharapkan menjadi keluarga yang penuh kasih sayang dan senantiasa mendapatkan pertolongan dari sang maha Kuasa.

Baca juga: Karakter Hari Pasaran Weton dan Fungsi Perhitungan Weton Jawa

Wallahu 'alam.